Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

BI: Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,5%, Ketahanan Nasional Terjaga Kuat

Rabu, 28 Januari 2026 | Rabu, Januari 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-28T09:51:08Z


Jakarta _ ( 28 Januari 2026 )Bank Indonesia (BI) hari ini merilis Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025, menunjukkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,5% sepanjang tahun lalu. Capaian ini mencerminkan fondasi ekonomi yang semakin kokoh di tengah ketidakpastian geopolitik global dan perlambatan ekonomi dunia.


Pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh beberapa faktor kunci, antara lain kuatnya ekspor nonmigas yang terus meningkat, lonjakan investasi swasta, serta realisasi program prioritas pemerintah di sektor strategis seperti infrastruktur, energi, dan ketahanan pangan. "Pertumbuhan ini menunjukkan daya tahan ekonomi nasional yang semakin solid meskipun tekanan eksternal masih tinggi," ujar Gubernur BI dalam keterangan resminya.


Dari sisi stabilitas makroekonomi, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,92% secara tahunan (year on year), masih berada dalam kisaran sasaran nasional 2,5±1%. Kondisi ini mencerminkan keberhasilan pengendalian inflasi melalui sinergi kebijakan moneter BI serta koordinasi erat dengan pemerintah pusat dan daerah.


BI juga menerapkan kebijakan moneter yang akomodatif dan terukur sepanjang 2025. Suku bunga kebijakan dipangkas sebanyak lima kali dengan total penurunan 125 basis poin menjadi 4,75%, level terendah sejak 2022, guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.


Dari sektor eksternal, nilai tukar rupiah pada akhir 2025 berada di level Rp16.675 per dolar AS. Meski menghadapi tekanan akibat dinamika kebijakan ekonomi global, langkah stabilisasi BI melalui intervensi di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta pasar offshore NDF dinilai mampu menjaga stabilitas rupiah dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya.


Ketahanan eksternal juga tercermin dari cadangan devisa sebesar 156,5 miliar dolar AS, setara pembiayaan 6,4 bulan impor. Transformasi digital turut menjadi sumber pertumbuhan baru. Hingga akhir 2025, jumlah pengguna QRIS tercatat mencapai 59,53 juta dengan 42,75 juta merchant, mayoritas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Secara keseluruhan, volume transaksi ekonomi dan keuangan digital tumbuh 39,21% secara tahunan.


Dari sisi fiskal, pemerintah terus mendorong percepatan program strategis nasional melalui Asta Cita, termasuk penguatan ketahanan pangan, program makan bergizi gratis, serta peningkatan investasi nasional melalui pembentukan Danantara. Defisit APBN 2025 tetap terjaga di level 2,92% dari produk domestik bruto (PDB), masih di bawah batas maksimal yang ditetapkan undang-undang.


Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 akan berada di kisaran 4,9 hingga 5,7%, seiring dengan penguatan sinergi kebijakan antara pemerintah, Bank Indonesia, dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menjaga stabilitas serta mendorong transformasi ekonomi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

Featured Post

Bupati Aceh Besar Tekankan Loyalitas, Kinerja, dan Sinergi Pusat-Daerah kepada Kepala OPD

  Bupati Aceh Besar Muharram Idris, pimpin rapat dan silaturahmi bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta para Asisten Sekret...

×
Berita Terbaru Update