Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Jasa Raharja Hadiri Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2026, Perkuat Sinergi Nasional Demi Mudik Aman dan Berkeselamatan

Selasa, 03 Maret 2026 | Selasa, Maret 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-03T04:57:02Z

 



Jakarta, 3 Maret 2026 – Jasa Raharja menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral  Operasi Ketupat 2026 yang digelar pada Senin, 2 Maret 2026 di Jakarta. Dalam  forum strategis yang dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tersebut,  Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin hadir sebagai bagian dari  komitmen perusahaan dalam mendukung sistem keselamatan transportasi nasional  selama periode Operasi Ketupat 2026.

Rapat koordinasi yang mengundang sejumlah pejabat tinggi negara dan pimpinan  lembaga terkait, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan  Kebudayaan Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Perhubungan  Dudy Purwagandhi, Wamenko Polkam Lodewijk Freidrich Paulus, serta Wamen  Pariwisata Ni Luh Puspa.

Turut hadir Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs.  Agus Suryonugroho, SH, M.Hum., perwakilan dari BNPB, BMKG, BASARNAS,  serta jajaran Direktur Utama BUMN terkait. Kehadiran lintas kementerian, TNI-Polri,  lembaga, dan BUMN ini menegaskan kuatnya sinergi nasional dalam memastikan  kesiapan pengamanan dan pelayanan arus mudik dan balik Idulfitri 2026.

Dalam paparannya, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin  menegaskan bahwa fokus perusahaan pada Angkutan Lebaran 2026 adalah  percepatan jaminan dan penguatan upaya keselamatan transportasi.

“Dalam konteks ini, tugas Jasa Raharja bukan hanya membayarkan santunan  kepada korban kecelakaan saja, tapi kami memastikan negara hadir secara cepat,  terintegrasi, dan tanpa penundaan saat ada risiko kecelakaan pada masyarakat,”  ungkapnya.

Awaluddin juga menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat 2026 sangat  ditentukan oleh sinergi dalam satu ekosistem keselamatan nasional, di mana Jasa  Raharja berperan dalam memberikan perlindungan sosial bagi korban kecelakaan.  Karena itulah, secara aktivitas, Jasa Raharja tidak dapat bekerja sendiri.

“Sejak Januari hingga Februari 2026, sesuai koordinasi dan arahan Kakorlantas  serta Menteri Perhubungan, kami telah melakukan survei di beberapa jalur tol dan  jalan arteri bersama Jasa Marga. Kemudian juga cek kesiapan simpul-simpul kritikal  seperti di pelabuhan Bakauheni-Merak. Secara keseluruhan, koordinasi langsungdengan Korlantas, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, dan Jasa  Marga sudah dilakukan,” jelas Awaluddin.

Sebagai bagian dari BUMN yang tergabung dalam ekosistem Danantara Indonesia,  perusahaan berkomitmen mendukung pelayanan publik yang berorientasi pada  keselamatan berkendara. Dalam Operasi Ketupat 2026, perusahaan mengerahkan  2.000 petugas Jasa Raharja secara nasional, membentuk 29 tim reaksi cepat di 29  kantor wilayah, menyiapkan 25 pos pelayanan terintegrasi bersama stakeholder,  serta 15 tenda taktis di titik strategis. Selain itu, dilakukan 92 kegiatan dukungan  keselamatan dan pemasangan 1.700 titik imbauan keselamatan lalu lintas.

Sementara itu, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa Operasi  Ketupat 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.  Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat  pada Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang, menurun 1,75  persen dibandingkan tahun 2025. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada  14–15 Maret 2026 dan 18–19 Maret 2026, serta puncak arus balik pada 25–26 Maret  dan 28–29 Maret 2026.

“Kami berkomitmen mempertahankan bahkan meningkatkan capaian Operasi  Ketupat sebelumnya. Dengan potensi pergerakan masyarakat yang besar, Polri  bersama seluruh stakeholder akan mengoptimalkan manajemen rekayasa lalu lintas  seperti ganjil genap, one way, contraflow, hingga buffer zone di pelabuhan agar  pengamanan berjalan efektif dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujar  Dedi.

Kehadiran dalam Rakor Lintas Sektoral ini menegaskan komitmen Jasa Raharja  untuk memastikan perlindungan bagi masyarakat berjalan cepat, terintegrasi, dan  tepat sasaran selama periode Idulfitri 2026. Dengan dukungan insan Jasa Raharja di  seluruh Indonesia, skema asuransi kecelakaan dihadirkan sebagai bagian dari  penguatan pelayanan publik, sekaligus wujud komitmen perusahaan untuk melayani  sepenuh hati dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Featured Post

Optimalkan Kredit Pangan, Bank Indonesia Jaga Stabilitas Harga Jelang Idulfitri

Jakarta 2 Mar 2026 _ Menjelang Idulfitri, Bank Indonesia memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui dukungan penyaluran kredit pangan g...

×
Berita Terbaru Update