Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kementerian Kebudayaan Jajaki Kolaborasi dengan Danantara dan Jasa Raharja Hadirkan Museum Film di Kota Tua Jakarta

Jumat, 03 April 2026 | Jumat, April 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-03T05:50:00Z


Jakarta – Penguatan ekosistem budaya nasional melalui pemanfaatan aset  bersejarah terus didorong oleh pemerintah. Berkaitan dengan hal tersebut, Menteri  Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menginisiasi rencana kolaborasi antara  Kementerian Kebudayaan, Danantara, dan PT Jasa Raharja untuk menghadirkan  museum di kawasan Kota Tua Jakarta.

Rencana tersebut dibahas dalam kunjungan Menteri Kebudayaan ke Gedung milik  Jasa Raharja yang berlokasi di kawasan Kali Besar, Jakarta, pada Rabu (2/4).  Kunjungan kerja tersebut disambut langsung oleh Direktur Utama Jasa Raharja,  Muhammad Awaluddin, yang menerima rombongan dan mendampingi peninjauan  area gedung.

Kunjungan ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Giring  Ganesha Djumaryo, Senior Director Chief Marketing Officer Danantara Asset  Management Dendi T. Danianto, SVP Business Performance & Assets Optimization

Cluster Insurance & Pension Danantara Asset Management Hendrika Nora Osloi,

serta Direktur SDM dan Umum Jasa Raharja, Rubi Handojo.

Dalam peninjauan tersebut, Fadli Zon menilai bahwa gedung milik Jasa Raharja  memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai museum yang menjadi bagian  dari ekosistem budaya di Kota Tua Jakarta, sekaligus mendukung penguatan  destinasi wisata berbasis sejarah. “Kita belum memiliki museum film maupun museum  fotografi yang representatif. Padahal kita memiliki banyak aset dan kekayaan sejarah  di bidang tersebut, namun belum memiliki ruang yang memadai untuk  memamerkannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa melalui kolaborasi lintas pihak, aset-aset bersejarah yang  dimiliki BUMN yang dikelola Danantara dapat dioptimalkan menjadi ruang publik yang  produktif dan edukatif. “Gedung ini sangat menarik dan berada di lokasi yang strategis.  Kita harapkan melalui kerja sama antara Kementerian Kebudayaan, Danantara, dan  Jasa Raharja, tempat ini bisa dikembangkan menjadi museum fotografi dan museum  film, sebagai bagian dari ekosistem budaya di Kota Tua,” jelasnya.

Menurutnya, museum tersebut nantinya dapat menghadirkan narasi perjalanan  perfilman dan fotografi Indonesia dari masa ke masa, termasuk menampilkan karya,  dokumentasi visual, serta peralatan yang digunakan dalam proses produksi.  “Masyarakat bisa melihat perkembangan film Indonesia dari awal hingga era modern,termasuk perkembangan fotografi dari masa ke masa,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyampaikan  dukungan terhadap rencana kolaborasi tersebut sebagai bagian dari optimalisasi  pemanfaatan aset perusahaan yang memiliki nilai historis tinggi.

“Bangunan ini tidak hanya menjadi aset perusahaan, tetapi juga merupakan bagian  dari warisan sejarah yang perlu dijaga dan dimanfaatkan secara produktif. Kami  menyambut baik rencana kolaborasi ini sebagai upaya menghadirkan ruang budaya  yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur SDM dan Umum Jasa Raharja, Rubi Handojo,  turut memberikan penjelasan mengenai sejarah gedung serta kawasan di sekitarnya,  sebagai pusat aktivitas perdagangan dan pemerintahan pada masa lalu yang kini  berkembang sebagai kawasan wisata budaya.

Melalui rencana kolaborasi ini, diharapkan pemanfaatan aset bersejarah tidak hanya  berorientasi pada pelestarian, tetapi juga mampu menghadirkan nilai tambah sebagai  destinasi edukasi, budaya, dan pariwisata yang terintegrasi di kawasan Kota Tua  Jakarta.

Featured Post

Jasa Raharja Hadirkan Bantuan Rehabilitasi Fasilitas Pendidikan di NTB, Perkuat Komitmen TJSL Berkelanjutan

  Jakarta, 3 April 2026 – Upaya peningkatan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia  terus menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk Jasa ...

×
Berita Terbaru Update