Banda Aceh _ Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling (HMP BK) menggelar Workshop Entrepreneurship bertajuk “More Than a Counselor: Menggali Potensi Karier dan Entrepreneurship bagi Mahasiswa BK” pada Senin, 22 Juni 2026, di Aula Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai peluang karier dan kewirausahaan, sekaligus mendorong mahasiswa BK untuk mengembangkan potensi diri di berbagai bidang.
Workshop ini menghadirkan materi yang berfokus pada pentingnya membangun pola pikir kewirausahaan (entrepreneurial mindset) di kalangan mahasiswa. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak untuk memahami bahwa lulusan Bimbingan dan Konseling tidak hanya memiliki peluang berkarier sebagai konselor, tetapi juga dapat mengembangkan berbagai potensi lain, termasuk dalam bidang kewirausahaan.
Ketua HMP BK periode 2026/2027, Muhammad Ikram, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembahasan mengenai karier tidak hanya terbatas pada dunia pendidikan semata.
“Berbicara karier tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga bagaimana kita dapat memulai sebuah usaha yang nantinya tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga memberikan manfaat bagi orang lain,” ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki pandangan yang lebih luas mengenai peluang karier di masa depan sehingga mampu mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan dan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Sementara itu, Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fatimah Ibda S.Pd.,M.Pd.,Ph.D, menekankan bahwa kewirausahaan tidak hanya berkaitan dengan keuntungan ekonomi, tetapi juga tentang pola pikir yang perlu dibangun sejak dini.
“Kewirausahaan bukan hanya sekadar mencari laba, tetapi lebih dari itu, entrepreneurship adalah tentang mindset atau pola pikir. Mahasiswa dibentuk menjadi pribadi yang kreatif, inovatif, berani mengambil risiko, mampu menghadapi tantangan, dan memiliki resiliansi yang kuat,”
jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan bidang Bimbingan dan Konseling. Seorang konselor tidak hanya dituntut mampu memberikan layanan kepada konseli, tetapi juga harus menjadi pribadi yang kreatif, adaptif, serta mampu menanamkan nilai-nilai positif tersebut kepada orang lain.
Melalui workshop ini, berharap mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai pengembangan karier sekaligus termotivasi untuk menggali berbagai potensi yang dimiliki. Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif, inovatif, dan adaptif sebagai bekal dalam menghadapi dunia kerja maupun membangun peluang usaha di masa depan.
Sesuai dengan tema yang diusung, “More Than a Counselor”, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa mahasiswa Bimbingan dan Konseling memiliki peluang yang luas untuk berkembang, tidak hanya sebagai konselor, tetapi juga sebagai individu yang mampu menciptakan inovasi, membuka peluang, dan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai bidang yang mereka tekuni.
