Gorontalo – Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, D Ir Azanuddin Kurnia, SP, MP, IPU, ASEAN Eng, turut menghadiri Pekan Nasional Petani Nelayan Indonesia XVII yang digelar di Kompleks GOR David Tony, Limboto, Gorontalo, 2026.
Kehadiran delegasi Aceh mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, saat pembukaan PENAS XVII. Menurutnya, peserta dari Aceh memiliki cerita perjalanan unik dan penuh perjuangan untuk bisa hadir di Bumi Lumbung Jagung Nasional.
*Misi Aceh di PENAS XVII*
Ir. Azanuddin Kurnia menyebut PENAS XVII jadi momentum penting bagi Aceh untuk unjuk inovasi. “Ini ajang temu karya dan jejaring petani-nelayan se-Indonesia. Kami bawa produk unggulan perkebunan Aceh sekaligus belajar teknologi pertanian terbaru dari daerah lain,” ujarnya.
Selama PENAS XVII, kontingen Aceh aktif di beberapa agenda:
1. *Gelar Teknologi*: Memamerkan komoditas unggulan seperti kopi Gayo, nilam, pala, dan kakao Aceh.
2. *Temu Wicara*: Diskusi langsung dengan Kementerian Pertanian soal penguatan ketahanan pangan dan program hilirisasi perkebunan.
3. *Jejaring Petani*: Membangun kolaborasi dengan daerah lain untuk pengembangan SDM penyuluh dan petani milenial.
*Apresiasi Tuan Rumah*
Gubernur Gusnar Ismail menyebut partisipasi daerah terjauh seperti Aceh menunjukkan semangat luar biasa. “Dedikasi untuk hadir di PENAS XVII ini bukti komitmen petani dan nelayan Indonesia mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Gusnar.
PENAS XVII 2026 mengusung semangat kolaborasi untuk mewujudkan sektor pertanian dan perikanan yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.
