Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

"BI Aceh: Perekonomian Aceh Mulai Pulih, Sinyal Positif Berlanjut!"

Rabu, 21 Januari 2026 | Rabu, Januari 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-21T07:36:11Z



Banda Aceh ,21 Jan 2026 _ Perekonomian Aceh mulai menunjukkan sinyal positif dan memasuki fase pemulihan setelah menghadapi tekanan berat sepanjang tahun 2025. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh, Agus Chusaini, menyebutkan bahwa perbaikan ini terlihat dari beberapa indikator ekonomi, seperti konsumsi rumah tangga, aktivitas perdagangan, dan stabilitas harga.


Sektor unggulan Aceh, seperti pertanian, perdagangan, dan UMKM, juga menunjukkan peningkatan. Agus menekankan bahwa pemulihan ekonomi Aceh tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha, perbankan, dan masyarakat.


BI Aceh juga terus mendorong penguatan sistem pembayaran digital dan inklusi keuangan di Aceh untuk mempercepat pemulihan ekonomi daerah. Digitalisasi transaksi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, memperluas akses pasar bagi UMKM, dan menjaga stabilitas sistem keuangan.


Namun, Agus mengingatkan bahwa proses pemulihan masih perlu terus dijaga dan diperkuat, terutama terhadap potensi risiko global dan tantangan struktural di tingkat daerah. BI Aceh berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui kebijakan moneter yang stabil, penguatan UMKM, dan peningkatan literasi dan inklusi keuangan. ¹Perekonomian Aceh mulai menunjukkan sinyal positif dan memasuki fase pemulihan setelah menghadapi tekanan berat sepanjang tahun 2025. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh, Agus Chusaini, menyebutkan bahwa perbaikan ini terlihat dari beberapa indikator ekonomi, seperti konsumsi rumah tangga, aktivitas perdagangan, dan stabilitas harga.


Sektor unggulan Aceh, seperti pertanian, perdagangan, dan UMKM, juga menunjukkan peningkatan. Agus menekankan bahwa pemulihan ekonomi Aceh tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha, perbankan, dan masyarakat.


BI Aceh juga terus mendorong penguatan sistem pembayaran digital dan inklusi keuangan di Aceh untuk mempercepat pemulihan ekonomi daerah. Digitalisasi transaksi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, memperluas akses pasar bagi UMKM, dan menjaga stabilitas sistem keuangan.


Namun, Agus mengingatkan bahwa proses pemulihan masih perlu terus dijaga dan diperkuat, terutama terhadap potensi risiko global dan tantangan struktural di tingkat daerah. BI Aceh berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui kebijakan moneter yang stabil, penguatan UMKM, dan peningkatan literasi dan inklusi keuangan. 

Featured Post

Pemko Banda Aceh dan BI Aceh Bersinergi Jaga Stabilitas Harga dan Genjot Digitalisasi

  BANDA ACEH  – Pemerintah Kota Banda Aceh bergerak cepat memastikan stabilitas ekonomi selama bulan suci Ramadhan dan Hari Besar Keagamaan ...

×
Berita Terbaru Update