*BANDA ACEH* – Semarak HUT RI ke-81 masih terasa kental di Dinas Pendidikan Dayah Aceh.
Usai apel pagi Senin, 24 Agustus 2026, halaman depan kantor mendadak berubah jadi panggung sastra. Para pegawai berkumpul untuk mengikuti Lomba Baca Puisi bertema _“Bela Negara”_ karya Dilla Hardina Agustiani. Tawa, sorak, dan haru bercampur jadi satu.
Sebanyak 7 peserta mewakili setiap ruang kerja tampil membacakan puisi dengan penuh penghayatan. Acara ini ditonton langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, http://S.Pd.I., http://M.Pd.I., bersama jajaran pejabat, ASN kantor induk, hingga perwakilan UPTD.
Panitia menyebut lomba ini bukan sekadar hiburan. Membacakan _“Bela Negara”_ menjadi cara untuk merefleksikan kembali arti kemerdekaan agar nilai perjuangan para pahlawan tidak pudar oleh waktu.
Lewat bait demi bait, para ASN diajak mengingat bahwa kemerdekaan hari ini dibayar mahal dengan darah dan air mata. Kini, esensi bela negara bukan lagi mengangkat senjata, melainkan bekerja jujur, disiplin, dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati.
Puncak haru terjadi saat peserta melantunkan baris: _“Terluka parah bahkan hilang nyawa pun rela, demi melihat generasinya hidup damai sentosa.”_ Suasana hening sejenak, lalu disambut tepuk tangan.
Selain meriah, kegiatan ini juga mempererat kekompakan antarbidang. Keluarga besar Dinas Dayah Aceh tak hanya menyaksikan bakat rekan kerja, tapi juga menguatkan rasa persatuan dalam balutan semangat kemerdekaan.
