Banda Aceh _ Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Abdurrahman Ahmad menyayangkan adanya menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aceh yang diduga tidak memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional. Program prioritas Presiden Prabowo ini seharusnya diimplementasikan dengan baik dan sesuai regulasi demi mewujudkan generasi Indonesia Emas ke depan.
Abdurrahman menilai, program MBG sangat luar biasa karena dapat memenuhi gizi pelajar, ibu hamil, dan lansia. Namun, para pihak yang diberikan kewenangan harus menjalankan amanah tersebut dengan baik dan ikhlas.
"Jangan mencari celah untuk memikirkan keuntungan semata dari program ini, apalagi sampai mengakali atau menyediakan menunya tidak sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan," kata Abdurrahman.
Dicurigai, beberapa dapur MBG di Aceh menyalurkan menu asal-alasan atau tidak memenuhi standar gizi. Di Pidie Jaya, beredar video menu MBG yang diduga disajikan telur busuk, sedangkan di Aceh Tengah, kue yang diberikan untuk pelajar sangat keras atau tidak layak dikonsumsi.
Abdurrahman akan melaporkan hal ini ke Stagas BGN Pusat agar pelaksanaan pelayanan gizi di Aceh berjalan baik dan sesuai yang diharapkan masyarakat. "Semoga semua pihak di Aceh dapat mendukung program pemenuhan gizi ini, dengan harapan pemenuhan gizi para generasi penerus bangsa terwujud dan kita menuju Indonesia Emas," tutupnya.
